Rose is a rose
“Wujudku indah, aromaku sejuk, dan aku merah merona
Tapi mengapa? mengapa mereka selalu memilihmu pada saat pengakuan kebersamaan di mata Tuhan?”‘
mengapa kau, hai Melati?”
Apakah karena kepolosan wujudmu? apa mungkin kebersihan warnamu? atau mungkin kebaikan tangkaimu?!”
“Aku tahu aku menyakitkan. Aku tajam berduri. tapi tak pernah aku berniat untuk melukai”
Aku bosan menjadi lambang cinta, menjadi lambang cinta yang menyakitkan. bosan menjadi lambang keromantisan dan aku bosan menjadi lambang keintiman. Aku bosan! cukup! cukup! cukup!”
“Aku ingin menjadi suci”
Salahkah jika aku ingin mengubah nasibku? jika aku ingin melawan takdirku?”
Salahkah aku jika aku ingin lebih dekat dengan-Nya?!!”
7 Juni 2010, 14:21. haya terdengar hampa.
leave a comment